Toko Kasur Comforta, & Tips : 8 Bahaya Kurang Tidur Terhadap Kecantikan Wajah

Silahkan Lihat Daftar Harga DISKON Kasur dan Spring Bed Bermutu dari Comforta :

Informasi Bermanfaat :

8 Bahaya Kurang Tidur Terhadap Kecantikan Wajah

Dalam menjaga kecantikan wajah para wanita rela mengeluarkan banyak uang untuk tetap menjaga kulit mereka agar tetap kencang, mulus, putih dan sehat, padahal ada cara yang murah bahkan tidak memerlukan pengeluaran uang sama sekali untuk mendapatkan kesehatan kulit wajah yaitu dengan tidur yang cukup.

Istirahat yang cukup selama 7-8 jam sehari bukan hanya bermanfaat untuk kecantikan wajah akan tetapi juga sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan, karena diwaktu tidur proses regenerasi kulit, sel-sel, dan jaringan yang rusak digantikan menjadi yang baru dengan alami. (* Baca Juga : Tiga Cara Mudah Untuk Membantu Anda Tidur Nyenyak Setiap Malam )

Saat seorang wanita tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup atau dibawah 4 jam sehari maka efek negatifnya pada wajah dapat langsung dirasakan saat bangun dimana Ia akan mendapatkan wajahnya nampak lelah, kurang menarik dan yang pasti akan mempengaruhi penampilannya sepanjang hari. (* Baca Juga : 5 Hal Utama Yang Sering Membuat Anda Sulit Tidur )

8 Bahaya Kurang Tidur Terhadap Kecantikan Wajah :

Berikut ini 8 bahaya kurang tidur terhadap kecantikan wajah dan kesehatan kulit secara keseluruhan, yaitu :

1.     Timbulnya kantung mata (mata panda)
Saat seseorang kurang tidur maka biasanya akan muncul lingkaran hitam dikantung mata yang terdapat pembuluh darah berwarna biru. Hal ini terjadi karena produksi cairan yang seharusnya mengaburkan tampilan pembuluh darah tersebut berkurang karena kurang tidur, sehingga mengakibatkan timbulnya kantung mata atau biasa disebut dengan mata panda.

2.     Berjerawat  
Kurang tidur dapat membuat lapisan terluar kulit menjadi melemah, sehingga mengakibatkan kulit menjadi rentan inflamasi, infeksi dan lemah terhadap berbagai kuman dan bakteri yang menyerang, sehingga membuat berbagai penyakit kulit mudah menyerang seperti jerawat, flek hitam dan komedo

3.     Penuaan dini
Sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan saat proses metabolisme pada malam hari terganggu sehingga mengganggu proses produksi kolagen yang mampu mencegah timbulnya garis-garis wajah (keriput) serta menjaga kekenyalan kulit.

4.     Mengalami penyakit kulit
Salah satu dampak negatif yang akan sangat mengganggu saat tubuh tidak mendapatkan waktu untuk melakukan proses regenerasi kulit adalah menurunnya sistem imun dan membuat semakin tingginya resiko mengalami penyakit kulit seperti psoriasis dan eczema.

5.     Menurunnya kelembapan kulit
Saat tubuh mendapatkan waktu tidur yang cukup maka kelembapan kulit akan terjaga dengan alami. kulit yang terjaga kelembapannya akan nampak lebih muda, kencang, dan merona. Namun bila waktu tidur kurang maka yang terjadi adalah sebaliknya

6.     Terganggunya peroduksi hormon yang berfungsi untuk memperbaiki sel dan jaringan kulit
Pada saat tidur proses metabolisme (perbaikan) dan regenerasi kulit akan terjadi secara alami, dan secara otomatis memproduksi hormon yang berfungsi untuk memperbaiki sel dan jaringan kulit yang rusak, serta membantu mempercepat proses penyembuhan kulit yang mengalami iritasi atau luka.

7.     Kulit akan nampak lebih kusam
Kondisi kulit saat kurang tidur juga erat hubungannya dengan keadaan psikologis, dimana akan terjadi pengurangan aliran darah diwajah sehingga wajah akan nampak kusam dan pucat karena proses pergantian sel dan jaringan kulit mati yang tidak sempurna.

8.     Membuat tubuh menjadi mudah gemuk
Selain kesehatan kulit penampilan fisik yang langsing juga merupakan bagian dari kecantikan, dan kurang tidur dapat membuat hormon nafsu makan meningkat secara drastis. Sehingga beresiko untuk memiliki tubuh yang gemuk karena setiap kali begadang maka akan cenderung mengemil makanan baik ringan maupun berat.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Sumber :

  • http://www.nyrnaturalnews.com/ageing/2013/08/sleep-deprivation-ages-skin-on-multiple-levels/
  • http://www.sciencedaily.com/releases/2013/07/130723155002.htm

Artikel Praktis Bermanfaat Lainnya Untuk Anda :