Posts

Peran Penting Tidur Bagi Tumbuh Kembang Balita

Peran Penting  Tidur Berkualitas Untuk Balita Anda

Anak-anak usia balita atau bawah lima tahun sangat rentan dengan dengan berbagai penyakit. Selain itu, tumbuh kembang anak akan terhambat jika kita tidak menjaganya dengan hati-hati. Kwalitas tidur anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak tersebut.
Pada saat tidur atau beristirahat adalah saat dimana sel-sel tubuh dan jaringan-jaringan baru terbentuk dan menyempurnakan diri dalam tubuh seorang anak. Maka dari itu, kita harus menyadari penuh bagaimana pentingnya waktu istirahat bagi anak-anak.

Waktu Tidur Ideal Untuk Balita

Kita semua tahu bahwa setiap jenjang umur memiliki waktu tidur yang berbeda-beda menurut kebutuhanya. Begitu juga dengan balita, balita memiliki rentang wantu tidur yang berbeda, yaitu:

1.   Waktu tidur untuk anak usia 2 – 3 tahun adalah sekitar 12-14 jam lamanya dalam 1 hari.
2.   Waktu tidur anak usia 4 tahun adalah 11 – 13 jam lamanya dalam 1 hari.

Rentang waktu tidur yang cukup lama ini berfungsi untuk membangun sistem-sistem safaf dan jaringan pada tubuh si kecil. Serta, memaksimalkan pertumbuhan otak, tulang, dan ototnya.

Akibat Dari Kwalitas Tidur Yang Kurang Baik bagi Si Kecil :

Memastikan bahwa si kecil memiliki kwalitas tidur yang cukup dan baik adalah tugas semua orang tua. Beberapa hal berikut adalah hal0hal yang biasanya terjadi jika si kecil mengalami kurang tidur, antara lain:

1.   Pertumbuhanya terhambat

Pada saat tidur, zat protein yang terkandung dalam tubuh si anak sedang aktif untuk membentuk jaringan otaknya, otot-otot, tulang serta jaringan-jaringan lainnya pada tubuh si anak tersebut. Jika waktu istirahatnya terganggu, maka proses pembentukan jaringan tersebut menjadi tidak sempurna dan bahkan terhambat. Hal ini mengakibatkan beberapa kemampuan dari si kecil akan terlihat terlambat baik secara respon, kelancaran berbicara maupun cepat lambatnya dia dapat berjalan serta daya tanggkap dari otak si kecil tersebut.

2.   Tubuh yang kerdil

Tubuh yang kerdil selain timbul karena masalah genetikan dari orang tua si kecil ternyata juga dapat timbul dari kurangnya kwalitas tidur si kecil. Hormone-hormon yang membantu pertumbuhan si kecil tidak dapat memproduksi dengan sempurna jika waktu tidur mereka kurang. Hormon ini hanya dapat diprosuksi pada saat si kecil tidur. Maka, karena hormon tersebut tidak dapat memenuhi targetnya dalam tumbuh kembang si kecil, maka tubuh si kecil akan cenderung kerdil. Hormon ini memiliki masa tertentu dimana dia akan berhenti memproduksi dan menghentikan perkembangan tubuh si kecil.

3.   Beresiko menderita obesitas

Berbeda dengan orang dewasa yang dianjurkan untuk tidak tidur setelah makan. Balita sebaiknya tidur setelah dia makan. Mengapa? Karena pada saat tidur, sistem pencernaan pada tubuh si kecil akan meningkatkan kinerjanya sehingga nutrisi akan terserap secara maksimal. Dengan proses pencernaan yang lebih cepat tersebut maka akan mengurangi resiko obesitas.

4.   Membangun metabolisme tubuh

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imunitas dibentuk pada saat si kecil tidur. Dengan meningkatnya sistem kerja insulin dalam tubuh si kecil, maka sistem imunitas akan terbangun dengan lebih kuat.

5.   Menurunya sistem kerja otak

Pada umumnya jika si kecil mengalami kurang tidur, si kecil akan terbentuk menjadi seorang anak yang cenderung ceroboh serta kemampuan intelegensinya di sekolah akan sedikit rendah. Hal ini dikarenakan jaringan pada otaknya kurang begitu berkembang karena kwalitas tidur yang kurang baik.

( Sumber : sleeplady.com , sleepaidresource.com )

Artikel Informatif & Bermanfaat Lainnya Untuk Anda :

Silahkan Lihat Daftar Harga DISKON Kasur dan Springbed Anak Dari Merek-Merek Terbaik dan Terpercaya di Indonesia :

Peran Penting Tidur Bagi Tumbuh Kembang Balita

Peran Penting  Tidur Berkualitas Untuk Balita Anda

Anak-anak usia balita atau bawah lima tahun sangat rentan dengan dengan berbagai penyakit. Selain itu, tumbuh kembang anak akan terhambat jika kita tidak menjaganya dengan hati-hati. Kwalitas tidur anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak tersebut.
Pada saat tidur atau beristirahat adalah saat dimana sel-sel tubuh dan jaringan-jaringan baru terbentuk dan menyempurnakan diri dalam tubuh seorang anak. Maka dari itu, kita harus menyadari penuh bagaimana pentingnya waktu istirahat bagi anak-anak.

Waktu Tidur Ideal Untuk Balita

Kita semua tahu bahwa setiap jenjang umur memiliki waktu tidur yang berbeda-beda menurut kebutuhanya. Begitu juga dengan balita, balita memiliki rentang wantu tidur yang berbeda, yaitu:

1.   Waktu tidur untuk anak usia 2 – 3 tahun adalah sekitar 12-14 jam lamanya dalam 1 hari.
2.   Waktu tidur anak usia 4 tahun adalah 11 – 13 jam lamanya dalam 1 hari.

Rentang waktu tidur yang cukup lama ini berfungsi untuk membangun sistem-sistem safaf dan jaringan pada tubuh si kecil. Serta, memaksimalkan pertumbuhan otak, tulang, dan ototnya.

Akibat Dari Kwalitas Tidur Yang Kurang Baik bagi Si Kecil :

Memastikan bahwa si kecil memiliki kwalitas tidur yang cukup dan baik adalah tugas semua orang tua. Beberapa hal berikut adalah hal0hal yang biasanya terjadi jika si kecil mengalami kurang tidur, antara lain:

1.   Pertumbuhanya terhambat

Pada saat tidur, zat protein yang terkandung dalam tubuh si anak sedang aktif untuk membentuk jaringan otaknya, otot-otot, tulang serta jaringan-jaringan lainnya pada tubuh si anak tersebut. Jika waktu istirahatnya terganggu, maka proses pembentukan jaringan tersebut menjadi tidak sempurna dan bahkan terhambat. Hal ini mengakibatkan beberapa kemampuan dari si kecil akan terlihat terlambat baik secara respon, kelancaran berbicara maupun cepat lambatnya dia dapat berjalan serta daya tanggkap dari otak si kecil tersebut.

2.   Tubuh yang kerdil

Tubuh yang kerdil selain timbul karena masalah genetikan dari orang tua si kecil ternyata juga dapat timbul dari kurangnya kwalitas tidur si kecil. Hormone-hormon yang membantu pertumbuhan si kecil tidak dapat memproduksi dengan sempurna jika waktu tidur mereka kurang. Hormon ini hanya dapat diprosuksi pada saat si kecil tidur. Maka, karena hormon tersebut tidak dapat memenuhi targetnya dalam tumbuh kembang si kecil, maka tubuh si kecil akan cenderung kerdil. Hormon ini memiliki masa tertentu dimana dia akan berhenti memproduksi dan menghentikan perkembangan tubuh si kecil.

3.   Beresiko menderita obesitas

Berbeda dengan orang dewasa yang dianjurkan untuk tidak tidur setelah makan. Balita sebaiknya tidur setelah dia makan. Mengapa? Karena pada saat tidur, sistem pencernaan pada tubuh si kecil akan meningkatkan kinerjanya sehingga nutrisi akan terserap secara maksimal. Dengan proses pencernaan yang lebih cepat tersebut maka akan mengurangi resiko obesitas.

4.   Membangun metabolisme tubuh

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imunitas dibentuk pada saat si kecil tidur. Dengan meningkatnya sistem kerja insulin dalam tubuh si kecil, maka sistem imunitas akan terbangun dengan lebih kuat.

5.   Menurunya sistem kerja otak

Pada umumnya jika si kecil mengalami kurang tidur, si kecil akan terbentuk menjadi seorang anak yang cenderung ceroboh serta kemampuan intelegensinya di sekolah akan sedikit rendah. Hal ini dikarenakan jaringan pada otaknya kurang begitu berkembang karena kwalitas tidur yang kurang baik.

( Sumber : sleeplady.com , sleepaidresource.com )

Artikel Informatif & Bermanfaat Lainnya Untuk Anda :

Silahkan Lihat Daftar Harga DISKON Kasur dan Springbed Anak Dari Merek-Merek Terbaik dan Terpercaya di Indonesia :