Article-HappyWoman

Memahami Hubungan Antara Kurang Tidur dan Sistem Kekebalan Tubuh

Tidak cukup tidur telah dikaitkan dengan daftar masalah kesehatan mental dan fisik, termasuk yang berasal dari terganggunya sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh kita dirancang untuk melindungi kita dari pilek, flu, dan penyakit lainnya. Tetapi ketika sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka ia akan gagal melakukan tugasnya. Konsekuensi adalah resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit.

Menerangkan hubungan antara kurang tidur dan sistem kekebalan tubuh memang sangat kompleks. Sistem kekebalan tubuh terdiri dari beberapa jenis sel dan protein yang bertugas  menjaga kita dari “penyerbu” asing yang dapat menyebabkan pilek dan flu.

” Banyak studi menunjukkan bahwa T – sel manusia akan mengalami penurunan jika  kurang tidur, ” kata Balachandran . ” Dan inflammatory cytokines akan naik. Hal ini berpotensi menyebabkan risiko lebih besar untuk terkena penyakit. ”

Dalam istilah sederhana, kurang tidur menekan fungsi sistem kekebalan tubuh. Atau, seperti Balachandran katakan, ” Semakin banyak Anda begadang, semakin besar kemungkinan Anda untuk menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk mempertahankan diri dari  pilek atau infeksi bakteri. ”

Kurang Tidur dan Demam

Kurang tidur bukan hanya berperan dalam daya tahan tubuh dalam menangkal flu dan demam. Tetapi hal ini juga mempengaruhi bagaimana kita melawan penyakit setelah kita terkena infeksi bakteri.

Sebagai contoh, tubuh kita melawan infeksi dengan cara menaikan suhu tubuh (demam). ” Salah satu hal yang terjadi ketika kita tidur adalah meningkatknya kemampuan ini. Inilah sebabnya mengapa demam sering terjadi pada malam hari. Tetapi apabila kita tidak tidur, maka kemampuan tubuh ini akan menurun, dan tentunya menunda penyembuhan dari infeksi.” jelas Balachandran.

Kurang Tidur Merupakan Isu Hidup dan Mati

Kurang tidur juga memainkan peranan dalam kemampuan tubuh kita untuk melawan kondisi kesehatan yang serius. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur beresiko tinggi meninggal akibat penyakit jantung , menurut Balachandran. “Semakin seseorang kurang tidur , semakin tinggi pula tingkat C-Reactive Protein (CRP). CRP merupakan penanda terjadinya peradangan. Dan peradangan mungkin memainkan peran dalam penyakit jantung .

Orang yang kurang tidur sebenarnya memiliki resiko lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit apapun dibandingkan rekan-rekan mereka yang beristirahat cukup. ” Studi menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan sekitar tujuh jam tidur setiap malam memiliki kelangsungan hidup yang lebih baik. Dan apabila  kita mendapatkan kurang dari enam jam tidur setiap malam, resiko kematian kita tampaknya meningkat, ” kata Balachandran

Berapa Banyak Tidur Yang Anda Perlu Untuk Kemampuan Melawan Penyakit Yang Optimal ? 

Tampaknya bahwa beberapa orang mungkin dapat bertahan lebih baik ketika kurang tidur dibandingkan orang lain. ” Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang kuat, mungkin memakan waktu cukup lama bagi Anda untuk merasakan efeknya, ” kata Susan Zafarlotfi, PhD , Clinical Director ( Direktur Klinis) dari Institute For Sleep dan Wake Disorders di Hackensack University Medical Center di New Jersey. ” Tapi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang cenderung lemah, Anda mungkin akan lebih rentan terhadap infeksi berbagai penyakit jika Anda tidak mendapatkan cukup tidur. ”

(Baca Juga : Tips Untuk Tidur Yang Lebih Baik, dan Tips Untuk Memilih Spring Bed Yang Sesuai Dengan Gaya Tidur Anda.. )

 Source : webmd.com

Untuk Menunjang Kualitas Tidur Anda Setiap Malam :

Untuk Update PROMO, dan Harga NETT Kami Mengundang Anda Untuk Mengunjungi  Kami Di : 

  • Alamat : Jl. Jend. A. Yani. No. 598 – 600. Bandung.
  • Telp : (022) – 72 8300 dan 0821 285 37731
  • PIN BB : 276494FC dan 29E84589

*) Silahkan Lihat TESTIMONI Kami :

testimoni toko springbed online