5 Contoh Efek Negatif Kurang Tidur Bagi Kesehatan Anda

Suasana tengah malam yang sepi bisa jadi menjadi salah satu waktu favorit Anda untuk mulai beraktivitas. Alasannya untuk meningkatkan fokus dan meningkatkan kreativitas dalam berkarya. Kebiasaan insomnia, bisa jadi diawali karena rutinitas pekerjaan yang membutuhkan waktu sampai larut malam untuk diselesaikan. Lama kelamaan tubuh terbiasa dan tidur larut malam bukan lagi menjadi sesuatu yang aneh bagi Anda, bahkan menjadi kebiasaan.

Tahukah Anda bahwa insomnia, sebenarnya merupakan salah satu penyakit dan gangguan tidur yang sebaiknya perlu segera ditangani? Ya, karena insomnia atau kondisi dimana seseorang kurang memiliki waktu tidur bahkan tidak mengantuk di malam hari memiliki dampak buruk bagi kesehatan Anda.

1.   Meningkatkan risiko kecelakaan

Orang yang tidak tidur, kondisinya bisa jadi sama seperti orang sedang mabuk. Kurang konsentrasi dan kurang bisa berpikir dengan baik. Kecelakaan lalu lintas disebabkan karena mengantuk akibat kurang tidur adalah kasus tertinggi kecelakaan.

2.   Meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Kurang tidur ternyata meningkatkan risiko Anda untuk terkena beberapa penyakit degenerative. Diantaranya adalah penyakit jantung, serangan jantung, detak jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi, diabetes dan stroke.

3.  Menurunkan kemampuan seksual

Menurut penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism tahun 2002, pria yang memiliki gangguan tidur jenis ‘sleep apnea’ memiliki kadar testosterone yang lebih rendah. Tidak hanya pada pria, wanita yang memiliki gangguan tidur juga akan menurun kadar libidonya. Kunci rumah tangga harmonis Anda, bisa jadi ada pada tidur malam yang cukup.

4.  Kurang Tidur adalah musuh kulit sehat

Kantung mata yang membesar menjadi salah satu gejala kurang tidur. Dan kulit yang kurang sehat adalah akibat kurangnya tidur malam. Saat tidur di malam hari, hormone stress akan ditekan dalam jumlah yang sangat banyak.

Sebaliknya, ketika Anda tidak memiliki wkatu tidur yang cukup, hormone stress yang disebut kortisol meningkat. Jumlah kortisol yang telalu banyak akan merusak kolagen, substansi protein yang bertanggungjawab membuat kulit terlihat lembut dan kencang. Jadi, jika Anda ingin terlihat awet muda dan segar, perhatikan waktu tidur Anda.

5.  Meningkatkan risiko depresi

Apakah Anda merasa mood Anda terasa sangat buruk di waktu-waktu tertentu? Atau bahkan menjadi orang yang semakin sensitive dari hari ke hari. Tekanan pekerjaan yang tidak terlalu berat sudah membuat Anda stress dan merasa sangat tidak nyaman. Bisa jadi itu gejala bahwa Anda kurang waktu untuk tidur malam.

Dalam sebuah polling yang diadakan di Amerika tahun 2005, ditemukan fakta bahwa orang-orang yang mengalami depresi memiliki wkatu tidur malam kurang dari 6 jam sehari. Depresi dan gangguan tidur seperti lingkaran setan, depresi akan membuat seseorang sulit tidur. Sebaliknya, kurang tidru akan meningkatkan risiko depresi. Bahkan penelitian di tahun 2007 yang melibatkan 10.000 orang menyatakan orang yang mengalami insomnia berisiko depresi 5 kali lebih tinggi.

( Sumber : foxnews.com , huffingtonpost.com )

Artikel Bermanfaat Lainnya Untuk Anda :